Senin, 27 Oktober 2014

Cloud Computing (Komputasi Awan)

     Sejarah Komputasi Awan dimulai pada tahun1960-an, John McCarth seorang pakar komputer dari MIT meramalkan bahwa suatu hari nanti komputerisasi akan menjadi infrastruktur publik layaknya seperti berlangganan listrik atau telepon.

     Komputasi awan menyajikan model baru untuk layanan teknologi informasi yang melibatkan jaringan secara keseluruhan untuk melayani permintaan akses bersama yang terukur secara dinamis dan elastis serta memanfaatkan sumber daya virtual. Komputasi Awan menyediakan penggunaan sumber daya secara bersama sama ataupun sharing (meliputi jaringan, perangkat lunak, pengolahan data, penyimpanan informasi). Penggunaan Komputasi awan sama halnya dengan aplikasi berbasis web. Kita sebagai pengguna mengakses aplikasi menggunakan pencarian dan aplikasi yang digunakan layaknya seperti aplikasi yang di install pada komputer kita sendiri. Layanan sumber daya pada teknologi Komputasi Awan dapat berupa perangkat lunak, perangkat keras, dan platform.

Minggu, 05 Oktober 2014

SISTEM KOMPUTER

     Sistem adalah jaringan dari elemen-elemen yang saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sustem tersebut. Agar tujuan tersebut terlaksana, maka harus ada elemen-elemen yang mendukungnya, elemen-elemen tersebut, adalah :
  • Perangkat Lunak
  • Perangkat Keras
  • Perangkat Otak

     Ketiga elemen system computer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan. Perangkat keras tanpa adanya perangkat lunak tidak akan berfungsi seperti yang diharapkan pengguna, hanya berupa benda mati saja. Perangkat lunak yang akan mengoperasikan perangkat kerasnya, perangkat keras yang sudah didukung oleh perangkat lunak juga tidak akan berfungsi jika tidak ada yang mengoperasikannya, seperti halnya mengendarai sepeda. Jika seseorang ingin mengendarai sepeda, maka dia harus memberikan instruksi kepada kakinya melalui otaknya sebagai perangkat lunak untuk dapat mengayuh sepeda, sepeda yang kita kayuh sebagai perangkat kerasnya. Itulah contoh antara perangkat keras, perangkat lunak dan perangkat otak yang saling berhubungan satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan.

Senin, 03 Juni 2013

MANUSIA DAN HARAPAN (TUGAS)

Manusia dan Harapan

Pengertian Harapan

Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan dapat diartikan sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Yang dapat disimpulkan harapan itu menyangkut permasalahan masa depan.

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan – pesan kepada ahli warisnya.

Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing. Misalnya, Budi hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan terkadang akan berakibat menjadi tertawaan orang banyak seperti pribahasa “Si pungguk merindukan bulan”, walaupun tidak ada yang tidak mungkin didunia ini bila Tuhan berkehandak.

Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan dapat terwujud, maka diperlukan usaha dengan sungguh – sungguh, berdoa dan pada akhirnya bertawakal agar harapan itu dapat terwujud.

Sebab Manusia Mempunyai Harapan

Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu interaksi hidup, yakni ditengah suatu keluarga atau sebagai anggota masyarakat. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari interaksi hidup. Ditengah – tengah yang lainnya, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik / jasmani maupun mental / spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup berinteraksi dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup

Dorongan kodrat, ialah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua

Dorongan kebutuhan hidup, sudah kodratnya bahwa manusia mempunyai bermacam – macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besarnya dapat dibedakan atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.

Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manuis itu ialah :

a)      Kelangsungan hidup (survival)
b)      Keamanan (safety)
c)      Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d)      Diakui linkungan (status)
e)      Perwujudan cita – cita (self actualization)

Kepercayaan

Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal – hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada beberapa kalimat yang dapat kita perhatikan :

-          Ia tidak percaya pada diri sendiri.
-          Saya tidak percaya ia berbuat seperti itu, berita itu kurang dapat dipercaya.
-          Bagaimana juga kita harus percaya kepada pemerintah.
-          Kita harus percaya akan nasehat – nasehat yang berasal dari Al-qur’an.

Dengan contoh berbagai kalimat diatas maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran.

Berbagai Kepercayaan Dan Usaha Meningkatkannya

Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :

·         Kepercayaan pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya dapat menang, dirinya mampu mengerjakan apa yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
·         Kepercayaan kepada orang lain, dimana orang percaya terhadap kata hati, perbuatanya sesuai atau terhadap kebenaran orang lain.
·         Kepercayaan kepada pemerintah, karena pada dasarnya negara berorientasi pada Tuhan dan kepentingan rakyat, sudah seharusnya kalau sebagai warga negara mempercayai pemerintah / negara.
·         Kepercayaan kepada Tuhan, merupakan hal yang sangat penting percaya kepada Tuhan. Dikarenakan keberadaan manusia yang tidak dengan sendirinya melainkan diciptakan oleh Tuhannya.
·         Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi dan lingkungan. Usaha itu antara lain :
·         Meningkatkan ketakwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
·         Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
·         Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan dan sebagainya.
·         Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
·         Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah dan sebagainya

Sumber Terkait :

MANUSIA DAN HARAPAN (TULISAN)

MANUSIA DAN HARAPAN

Latar Belakang

Manusia diciptakan oleh ALLAH SWT yang Maha Agung dan Maha Pengasih, ALLAH SWT menciptakan manusia itu memiliki berbagai macam bentuk dan berbagai macam kodrat, kodrat-kodrat ini terkadang banyak yang tidak dapat diterima oleh manusia itu sendiri,  inilah yang menyebabkan banyaknya harapan-harapan yang muncul di tengah-tengah masyarakat yang mendapati kodrat yang menurut mereka kurang baik

Manusia sebagai makhluk, pasti mempunyai kelemahan yang banyak, karena makhluk tidak sesempurna penciptanya. Kelemahan-kelemahan ini banyak macamnya, sifat berharap pun dapat menjadi sesuatu yang dapat membangkitkan pemilik harapan tersebut untuk mengejar harapannya, tetapi bagi yang Cuma bisa berharap, harapan itu pun dapat menjadi buruk kedepannya, bagi dirinya maupun lingkungannya. Contohnya : ketika manusia melihat saudaranya yang mempunyai kehidupan yang mewah dan baik menurutnya, disinilah pasti akan timbul harapan dari dirinya untuk dapat menjadi seperti saudaranya tersebut, harapan itu bisa tercapai jika ia mau berusaha dengan lebih giat dan tekun lagi, tetapi harapan itu bisa jadi Cuma angan-angan semata tanpa adanya usaha untuk memulai membangun harapannya tersebut, nah... inilah yang dimaksud harapan yang bisa membuat kerugian.

Pengertian Harapan

Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan dapat diartikan sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Yang dapat disimpulkan harapan itu menyangkut permasalahan masa depan. Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan – pesan kepada ahli warisnya.Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing. Misalnya, Budi hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan terkadang akan berakibat menjadi tertawaan orang banyak seperti pribahasa “Si pungguk merindukan bulan”, walaupun tidak ada yang tidak mungkin didunia ini bila Tuhan berkehandak. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan dapat terwujud, maka diperlukan usaha dengan sungguh – sungguh, berdoa dan pada akhirnya bertawakal agar harapan itu dapat terwujud.

Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah :

a)      Kelangsungan hidup (survival)
b)      Keamanan (safety)
c)      Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d)      Diakui linkungan (status)
e)      Perwujudan cita – cita (self actualization)

Inilah harapan-harapan yang kerap kali menyelimuti masyarakat social kita, karena disebabkan juga oleh kejamnya pemerintahan, karena pemerintahan sekarang banyak yang tidak adil dan tidak mewakili rakyat yang ada dibawah kekuasaannya mereka.

Kesimpulan dan Saran

Jadi, mempunyai harapan itu boleh-boleh saja, tetapi jika harapan tersebut sulit untuk dikejar, maka mintalah bantuan kepada ALLAH SWT dengan cara bertawakkal kepada-NYA. Harapan mempunyai banyak tipu daya di dalamnya agar siapa saja yang mengejar dapat terhinakan, jadi kejarlah harapanmu walau ke ujung dunia sekali pun, dan jangan lupa terhadap ALLAH SWT yang Maha Pemberi dan Maha Pengasih.

Sumber terkait:

Rabu, 22 Mei 2013

Manusia dan Tanggung Jawab (TULISAN)


MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Latar Belakang

Manusia dilahirkan ke dalam dunia ini didampingi oleh kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan yang merupakan pertanggung jawaban dirinya sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, kewajiban-kewajiban itu telah mengikat kehidupan manusia sejak di alam rahim seorang wanita pada saat usia kandungan 4 bulan, di saat itulah manusia yang akan dilahirkan ke muka bumi ini akan ditentukan segala kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan dirinya ketika nanti dia lahir ke muka bumi yang fana ini.

Di saat manusia dilahirkan maka pada saat itulah manusia tersebut disebut dengan bayi. Bayi inilah yang dilahirkan oleh seorang wanita ke dunia ini, pada saat itulah bayi itu akan menangis, tidak ada bayi yang ketika dilahirkan tidak menangis, pasti akan menangis. Mengapa bayi ketika dilahirkan menangis ? Bayi ketika dilahirkan ia menangis, karena menurut sebagian ulama yang shaleh, bayi-bayi tersebut tidak kuat atau merasa tidak sanggup untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah ditentukan ketika dia masih berumur 4 bulan di dalam kandungan, sehingga tidak mengherankan ketika bayi yang baru lahir banyak yang mengalami kematian, tidak lain karena mereka benar-benar tidak sanggup untuk menjalani kehidupan di dunia yang penuh kefanaan ini dengan menjalankan kewajibannya kepada Allah SWT.

Pengertian Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu. sehingga bertanggung jawab merupakan berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya sebagai kesadaran dan kewajibannya akan tingkahlaku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja karena adanya kesadaran atas segala perbuatan dan akibatnya atas kepentingan pihak lain. tanggung jawab timbul karena manusia hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam yang mengharuskan untuk tidak berbuat semaunya agar terciptanya suatu keselarasan,keseimbangan, keserasian antara manusia dengan tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam.

Tanggung jawab yang ada di muka bumi ini bukan hanya kewajiban yang diberikan Allah SWT pada saat usia kandungan kita 4 bulan, tetapi tanggung jawab itu juga bisa lahir dari kesalahan diri kita sendiri maupun limpahan amanat yang telah ditujukan kepada diri kita oleh orang lain.

Macam-Macam Tanggung Jawab      
                                                                                        
1.       Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri, menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah mengenai dirinya sendiri. Menurut sifat dasarnya, manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi, karena itu manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, dan angan-angan sendiri.

2.       Tanggung Jawab Terhadap Keluarga

Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab pada keluarganya. Tanggung jawab ini tidak hanya menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

3.       Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat

Pada hakekatnya, manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian, manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab, agar dapat melangsungkan hidupnya di dalam masyarakat tersebut.

4.       Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara

Setiap manusia atau individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir dan bertindak, manusia terikat oleh norma-norma dan aturan. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Jika perbuatannya salah, dan melanggar aturan dan norma tersebut, maka manusia itu harus bertanggung jawab kepada bangsa atau negaranya.

5.       Tanggung Jawab terhadap Tuhan

Penciptaan manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya disertai dengan berbagai tanggungjawab. Konsekuensi kepasrahan manusia kepada Allah Swt, dibuktikan dengan menerima seluruh tanggungjawab (akuntabilitas) yang datang dari-Nya serta melangkah sesuai dengan aturan-Nya. Berbagai tanggungjawab ini, membentuk suatu relasi tanggungjawab yang terjadi antara Tuhan, manusia dan alam. Hal tersebut meliputi antara lain: tanggungjawab manusia terhadap Tuhan, tanggungjawab manusia terhadap sesama, tanggungjawab manusia terhadap alam semesta serta tanggungjawab manusia tehadap dirinya sendiri. Tanggungjawab manusia terhadap Tuhan meliputi dua aspek pokok. Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan beribadah kepada-Nya.

Kesimpulan dan Saran

Semua manusia  yang dilahirkan di atas muka bumi ini memiliki tanggung jawab masing-masing sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, selain tanggung jawab yang disebabkan oleh hal lain juga banyak yang menjadi beban kehidupan bagi manusia, inilah tanggung jawab yang dibuat sendiri oleh manusia karena kesalahannya.

Jadi manusia dan tanggung jawab tidak dapt dipisahkan satu dengan yang lainnya, karena jika dipisahkan manusia tersebut tidak akan dapat menjadi manusia yang bersahaja dan menjadi manusia yang taat kepada Allah SWT, malah akan menjadi manusia yang mempunyai kelakuan dan hati yang kotor, naudzubillah... .

Sumber-sumber Terkait :

Manusia dan Kegelisahan (TULISAN)


MANUSIA DAN KEGELISAHAN

Latar belakang

Manusia diciptakan oleh Allah SWT yang MAHA Agung itu mempunyai satu tempat yang dapat merasakan berbagai macam perasaan yang timbul di dalam kehidupan manusia di bumi ini, tempat itu dapat menjadi tabu jika tidak ada pengisinya, dan juga sebaliknya. Tetapi terkadang tempat ini juga dapat membuat orang yang memilikinya menjadi putus asa dan dapat menyusahkan dirinya sendiri, bahkan dapat menghantarkan orang kepada kematian jika tempat itu diisi oleh hal-hal buruk yang dapat mempengaruhi pemikirannya sebagai manusia. Tempat itu adalah Hati.

Hati merupakan sutau wadah atau tempat yang dapat menampung segala bentuk macam perasaan baik itu persaan baik maupun perasaan yang buruk, tetapi terkadang jika kita tidak dapat memelihara perasaan ini, maka perasaan itu akan berubah yang dahulu baik malah menjadi tidak karuan.

Kegelisahan juga merupakan suatu perasaan yang ada di dalam hati manusia yang disebabkan oleh masalah-masalah yang muncul yang tidak dapat diselesaikan secara cepat, inilah yang menjadikan manusia dapt mengalami perasaan gelisah. Gelisah ini jika didiamkan di dalam hati dan tidak dikeluarkan dengan cara sharing kepada pihak tertentu, maka kegelisahan ini akan memuncak menjadi pikiran yang tidak tenang dan akhirnya menjadi tidak waras.

Pengertian Kegelisahan

            Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa kwatir tidak tenang,tidaksabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakanhal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hatimaupunperbuatannya, merasa kwatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahanhanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situai tertentu. Kegelisahan merupakansalah satu ekspresi kecemasan. Karena itu dalam pengertian sehari-hari kegelisahan juga diartikan kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan. Masaalh kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai. Sigmund Freud ahlipsikoanalisa berpendapat, bahwa ada tigamacam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasankenyataan(obyektif), kecemasan neorotik dan kecemasan moril.

Kegelisahan itu hal yang sangat membuat manusia tertekan akan hal keadaan, yang membuat manusia melakukan sesutau hal akan merasakan bahwa dirinya selalu bersalah, jadi dia tidak berani melakukan hal tersebut karena dia akan takut lagi terkena masalah dan membuat dia merasakan kegelisahan lagi.

Penyebab Kegelisahan

Kegelisahan atau juga rasa takut itu muncul karena ada sebab-sebab yang mempengaruhi hal tersebut, berikut hal-hal tersebut yang dapat menyebabkan manusia mengalami kegelisahan :

1. Kurang beriman

Pengaruh iman terhadap jiwa dan kehidupan manusia, diantaranya berani, sebab bagi yang beriman tidak ada yang l ebih kuat dari kekuatan Allah dan tidak ada kebesaran yang melebihi kebesaran Allah.

2. Kurang atau tidak yakin akan kekuatn diri sendiri

Kurang yakin akan kekuatan diri sendiri menjadi seorang yang pengecut, ancaman yang dihadapinya terasa begitu besar sebaliknya diri merasa kecil.

3. Karena merasa bersalah atau berdosa

Karena perbuatan dosa akan mengguncangkan jiwa dan menimbulkan keraguan didalam hatinya, oleh sebab itu orang yang jiwanya labil tidak akan memiliki keyakinan dan keberanian.

Inilah beberapa penyebab yang dapat menimbulkan beberapa macam kegelisahan yang mendera suatu manusia apabila mengalami hal-hal diatas.

Kesimpulan dan Saran

Manusia mempunyai hati dan pikiran yang harus selalu dijaga dan diperhatikan agar tidak mengalami kegelisahan, karena jika kegelisaha itu sudah mencapai batas yang parah, maka akan menyebabkan sang penderita mengalami gejala stress yang parah, oleh sebab itu bentengilah diri kita akan keimanan kepada Allah SWT agar hidup menjadi damai dan tenteram.

Sumber-sumber Terkait :

Manusia dan Tanggung Jawab (TUGAS)


MANUSIA dan TANGGUNG JAWAB

Pengertian tanggung jawab

Tanggung jawab menurut kamus bahasa indonesia adalah, keadaan wajib menaggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah berkewajiban menaggung, memikul,menanggung segala sesuatunya,dan menanggung akibatnya.

       Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

Tanggung jawab itu bersifat kodrati,artinya sudah menjadi bagian hidup manusia ,bahwa setiap manusia di bebani dengan tangung jawab.apabila di kaji tanggung jawab itu adalah kewajiban yang harus di pikul sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat.

        Tanggung jawab adalah cirri manusia yang beradab.manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengadilan atau pengorbanan .

Macam macam tanggung jawab

Manusia itu berjuang memnuhi keperluannya sendiri dan untuk keperluan orang lain.dalam usahanya manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan yaitu kekuasaan tuhan.dengan denikian tanggung jawab itu dapat di bedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang di buatnya.atas dasar ini, lalu di kenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu:

Tanggung jawab terhadap diri sendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri daam mengembangkan keperibadian senbgai manusia pribadi.

Contohnya: Nurul membaca sambil berjalan.meskipun senentar-bentar ia meliaht jalan,tetap juga ia lengah,dan terperosok kesebuah lobang.kakinya terkilir.ia menyesali dirinya sendiri akan kejadian itu.ia harus beristrahat di rumah beberapa hari. Konsekuensi tinggal di rumah beberapa hari merupakan tanggung jawab sendiri akan kelengahannya.

Tanggung jawab terhadap keluarga

Keluarga merupakan masuarakat kecil.tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya.tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejaterahaan ,keselamatan,pendidikan dan kehidupan

Tanggung jawab terhadap masyarakat

Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, selain dengan keduduknnya sebagai mahluk social.karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut.

Tanggung jawab kepada bangsa/Negara

Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia,tiap individu adalah warga Negara suatu Negara.dalam berpikir,berbuat,bertindak,bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma yang di buat oleh Negara.manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri.bila perbuatan manusia itu salah,maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.

Tanggung jawab terhadap Allah SWT

Allah SWT menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab,melainkan untuk menngisi kehidupan manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap tuhan.sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci mlalui brbagai macam agama.

Pengabdian dan pengorbanan

Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan.pengadilan dan pengorbanan adalah perbuatan bail untuk kepentingan manusia itu sendiri.

Pengabdian

Pengabdian aadalah perbuatan baik yang berupa pikiran,pendapat sebagai perwujudan kesetiaan, atau suatu kesetiaan yang di lakukan dengan ikhlas.

Pengabdian itu ada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab.apabila orang bekerja keras seharian penh untuk mencukupi kebutuhan.lain hal nya jika kita membantu teman dalam kesulitan mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian,tetapi hanya bantuan saja.

Pengorbanan

Pengorbanan berasal dari kata korban yang berarti persembahan,sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian.dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih.

Perbedaan pengabdian dan pengorbanan

Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengabdian tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesame kawan, sulit di katakana pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatnya.tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman .

Kesimpulan dan Saran

Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian.pengorbanan dapat berupa harta benda , pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya.

Pengabdian lebih banyak menunjukan kepada perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih banyak menunjukan kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran ,perasaan, tenaga,biaya,waktu. Dalam pengabdian selalu ditunut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian

Sumber-sumber Terkait :