Selasa, 27 November 2012

Manusia dan Penderitaan


Manusia dan Penderitaan

Latar Belakang

Kehidupan manusia memiliki banyak keragaman cobaan atau rintangan yang membuat hidup manusia tersebut lebih menarik dan menantang, salah satu dari cobaan tersebut yaitu “Penderitaan”. Manusia hidup pasti pernah merasakan penderitaan dengan banyak macam, ada yang disebabkan oleh factor ekonomi, kehidupan, sosial dan masyarakat, maupun batin.

Penderitaan-penderitaan ini muncul karena seseorang yang mengalaminya merasa tersakiti dan dirugikan, ia tidak pernah merasakan keni’matan yang dijanjikan kepadanya.

Pengertian Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal daribahasa sansekerta artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dalam kehidupan manusia sering terjadi seiring berkembangnya kehidupan manusia tersebut. Semakin berkembangnya kehidupan manusia makan akan semakin kompleks juga penderitaan yang akan di hadapi manusia.

Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat semakin tinggi intensitas semakin berat juga penderitaan yang di alami oleh manusia tersebut. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Manusia lebih cenderung menyukai keni’matan daripada penderitaan, karena penderitaan itu lebih menyakitkan dibanding dengan keni’matan, padahal tidak jarang banyak keni’matan yang menjadi awal dari sebuah kehancuran dan kehinaan dan tidak jarang pula penderitaan dapat menjadi awal dari sebuah kehidupan atau kemuliaan seseorang.

Seharusnya kita syukuri apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita, apakah itu hal yang baik atau yang buruk, karena itu semua adalah syari’at dari Allah SWT untuk mengetahui kwalitas keimanan dan ketaqwaan seseorang kepada-NYA.

Siksaan

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Dalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti. Seperti dalam surat Al-Ankabut ayat 40 menyatakan: “masing-masing bangsa itu kami siksa dengan ancaman siksaan, karena dosa-dosanya. Ada diantaranya kami hujani dengan batu-batu kecil seperti kaum Aad, ada yang diganyang dengan halilintar bergemuruh dahsyat seperti kaum Tsamud, ada pula yang kami benamkan ke dalam tanah seperti Qorun, dan ada pula yang kami tenggelamkan seperti kaum Nuh.” Dengan siksaan-siksaan itu, Allah tidak akan menganiaya mereka, namun mereka jualah yang menganiaya diri sendiri, karena dosa-dosanya.

Siksaan merupakan azab yang datang dari Allah SWT, baik yang datang melalui manusia atau melalui perantara lain. Sebaiknya sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa keppada Allah SWT kita harus dapat menjaga diri sendiri, terlebih keluarga kita dari hal-hal yang menjerumuskan kepada yang buruk.

Kekalutan Mental

Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.

Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :

a. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada
    lambung;
b. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah
    marah.

Tahap-taham gangguan kejiwaan diantaranya:

a. gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun
    rohaninya;
b. usaha mempertahankan diri dengan pilihan negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara
    membela dirinya salah; pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bila menghadapi
    persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi
    bukan melarikan diri dan persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan.
c. kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami
   gangguan.

Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :

a. kepribadian yang lemah
b. terjadinya konflik sosial budaya
c. cara pematangan batin

Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah :

a. Positif : trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup;
b. Negatif : trauma yang dialami diperlannkan atau diperturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi,yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.

Bentuk frustasi antara lain :

- agresi
- regresi
- fiksasi
- proyeksi
- identifikasi
- narsisme
- autism.

Penderitaan dan Perjuangan

          Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat maupun ringan. Penderitaan adalah bagian dari kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu tergantung kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan rnenghindari atau menghilangkan sama sekali.Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia semata, tetapi dibalik kebahagian itu ada juga penderitaan, dan penderitaan itulah yang harus kita perjuangkan.
      
Penderitaan, Media Massa dan Seniman

          Dalam dunia modern seperti sekarang ini, kemungkinan terjadi penderitaan lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi, mungkin sebagian menyejahterakan manusia tapi sebagian lainnya membuat manusia menderita. Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang. dan lain-lain. 

          Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati.

Penderitaan dan Sebab-sebabnya

            Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :

A) Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
          Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya, penderitaan ini terkadang disebut nasib buruk . nasib buruk bisa diperbaiki oleh manusia agar menjadi lebih baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Perbedaan nasib buruk merupakan hasil perbuatan manusia, sedangkan takdir adalah ketentuan dari Allah swt.

B) Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan.
Penderitaan manusia dapat juga timbul karena penyakit, siksaan/azab dari Allah swt, namun kesabaran tawakal, dan optimisme merupakan usaha bagi manusia untukmengatasi penderitaan yang dialami.

Pengaruh Penderitaan

          Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dari dirinya. Sikap yang timbul mungkin sikap yang bersikap negatif atau sikap yang bersifat negatif. Sikap negatif misalnya  penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa bahkan bunuh diri. Dan bisa pula menimbulkan sikap positif, yatu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup. Bahwa hidup bukan rangkapan penderitaan,dan penderitaan itu hanyalah bagian dari kehidupan.

Simpulan

     Penderitaan adalah sebuah kata yang sangat dijauhi dan paling tidak disenangi oleh siapapun. Berbicara tentang penderitaan ternyata penderitaan tersebut berasal dari dalam dan luar diri manusia. Biasanya orang menyebut dengan faktor internal dan faktor eksternal.

Dalam diri manusia itu ada cipta, rasa dan karysa. Karsa adalah sumber yang menjadi penggerak segala aktivitas manusia. Cipta adalah realisasi dari adanya karsa dan rasa. Baik karsa maupun rasa selalu ingin dipuaskan. Karena selalu ingin dilayani, sedangkan rasa selalu ingin dipenuhi tuntutannya. Baru dalam keduanya menemukan yang dicarinya atau diharapkan manusia akan merasa senang, merasa bahagia. Apabila karsa dan rasa tidak terpenuhi apa yang dimaksudkan, manusia akan mendata rasa kurang mengakibatkan munculnya wujud penderitaan, bahkan lebih dari itu, yaitu rasa takut.

Rasa takut itu justru sudah menyelinap dan datang menyerang kita sebelum bencana atau bahaya itu datang menyerangnya. Sekarang yang paling penting adalah bagaimana upaya kita meniadakan rasa kurang dan rasa takut itu. Karena kedua rasa itu termasuk penyakit batin masuia, maka usaha terbaik ialah menyehatkan batin itu sendiri, rasa kurang itu muncul dikarenakan adanya anggapan lebih pada pihak lain.

Kita sudah tahu bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penderitaan itu adalah faktor internal dan faktor eksternal. Eksternal datangnya dari luar diri manusia. Factor ini dapat dibedakan atas dua macam ; yaitu eksternal murni dan tak murni. Eksternal murni adalah penyebab yang benar-benar berasal dari luar diri manusia yang bersangkutan. Penderitaan itu bukan merupakan akibat ulah manusia yang bersangkutan.


Sumber-sumeber terkait :

Senin, 26 November 2012

INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT

INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT

Latar Belakang

            Dalam suatu wilayah pasti mempunyai banyak keragaman yang terjadi didalamnya, begitu juga dengan masyarakat. Masyarakat terdiri dari seseorang atau individu maupun banyak keluarga yang ada di dalam masyarakat tersebut. Jadi , jika masyarakat tidak memiliki unsure-unsur tersebut, maka itu bukan dinamakan masyarakat.

            Masyarakat yang baik adalah jika di dalamnya terdapat suatu permasalahan, dapat diselesaikan dengan baik melalui cara sosialisasi atau musyawarah mufakat. Sehingga masalah tersebut dapat terselesaikan dengan baik tanpa ada pihak yang kecewa.

Individu

            Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “ tidak terbagi ”. Dalam ilmu sosial paham individu menyangkut tabiat dengan kehidupan dan jiwayang majemuk, memegang peranan dalam hidup manusia. Individu merupakan kesatuan terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia yangmemiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya. Dan terdapat tiga aspek dalam individu yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah,dan aspek sosial. Dimana aspek aspek tersebut saling berhubungan. Apabila salah satu rusak maka akan merusak aspek lainnya.

            Individu ini juga merupakan kesatuan terkecil yang membentuk masyarakat, karena yang namanya masyarakat itu terdiri dari beberapa kesatuan kecil yang membentuk kesatuan yang besar di dalam masyarakat yang mana hidupnya akan lebih tenteram dan lebih nyaman. Manusia adalah makhluk individu yang satu, maksudnya tidak dapat dibagi menjadi dua karena manusia itu terdiri dari jasmani dan rohani dalam suatu tubuh atau wadah yang dinamakan manusia.

            Manusia sebagai individu salalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya pribadinya. Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi.
Tahap pertumbuhan Individu berdasarkan Psikologi
Fase-fasenya, antara ain :
- masa vital
- masa estetik
- masa intelektual
- masa sosial

Keluarga

            Menurut Sayekti (1994) dalam Suprajitno (2004) menulis bahwa keluarga adalah suatu ikatan /persekutuan hidup atas dasar perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup  bersama atau seorang laki-laki bersama seorang perempuan yang sudah sendirian dengan atau tanpa anak,baik anaknya sendiri atau adopsi, dan tinggal dalam sebuah rumah tangga.

            Keluarga juga merupakan suatu unit terkecil pembentuk masyarakat, yang mana keluarga ini merupakan kesatuan dari individu-individu yang sudah saling mengenal dan mempunyai ikatan yang sah menurut agama atau hukum. Keluarga juga sama seperti masyarakat, karena keluarga juga memiliki pemimpin yang harus selalu bertanggung jawab atas rakyatnya, bedanya adalah di dalam masyarakat ada pemimpin dengan rakyat, tetapi di dalam keluarga ada kepala keluarga dengan keluarga itu sendiri.

            Keluarga merupakan suatu hal yang harus terbentuk dalam setiap orang agar mereka dapat salaing memahami satu dengan lainnya. Dan dari pada itu keluarga harmonis suatu bentuk yang harus dilakukan oleh setiap kepala keluarga agar keluargnya tentram damain dan sejahtera.
jadi keluarga itu sesutau yang mempunyai nilai dalam menjalani suatu tindakan dalam masyarakat.

Macam-macam fungsi keluarga :

1.    Fungsi biologis      : Agar keluarga dapat menyelenggarakan perkawinan pada anak anaknya
2.    Fungsi keagamaan : menjalani dan memahami  mendalami ajaran ajaran agama yang dimiliki.
3.    Fungsi Sosial         : agar keluarga berusaha  mengajarkan kepada anak anaknya agar memahami
                                      sikap sopan dan santun dalam bergaul.
4.    Fungsi Ekonomi    : Menyelenggarakan kebutuhan dalam berkeluarga
5.    Fungsi pemliharaan: Agar keluarga dapat terlindung dari segala gangguan  dan saling membantu 

Masyarakat

                Masyarakat adalah Masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.( Paul B. Horton & C. Hunt)

Di dalam masyarakat itu terdiri dari banyak individu-individu yang terikat dalam suatu wilayah yang akhirnya menjadi masyarakat. Individu itu sendiri ada yang tunggal maupun ada yang jamak. Individu yang tunggal adalah seseorang yang hidup di dalam masyarakat itu dengan jiwa dan raga di dalam dirinya, dan individu jamak adalah sebuah keluarga yang terdiri dari beberapa individu-individu tungggal.

Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitif) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpngkal tolak dari kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan alam yang buaspada saat itu. Kaum pria melakukan pekerjaan yang berat-berat seperti berburu, menangkap ikan di laut, menebang pohon, berladang dan berternak. Sedangkan kaum wanita melakuakan pekerjaann yang ringan-ringan seperti mengurus rumah tangga, menyusui dan mengasuh anak-anak ,merajut, membuat pakaian, dan bercocok tanam.

          Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih dikenal dengan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.

Kesimpulan

Dan keterkaitan antara individu,keluarga dan masyarakat adalah suatu hubungan sosial yang mana menyuruh kita untuk saling bergantung antara satu dengan yang lainnya.

contohnya dapat kita ambil dari masalah sederhana yaitu ketika kita sedang mengendarai mobil dan ban mobilnya pecah. Disitu kita pasti membuhtuhkan bantuan dari orang dan tak mungkin kita akan diam menuggu keajaiban yang datang dari langit. Pasti kita akan menghubungi bengkel terdekat. untuk meminta bantuan, nah dari contoh tersebut saya berpendapat tak ada sesuatu yang bisa kita lakukan sendiri.

Sumber-sumber terkait :

Rabu, 31 Oktober 2012

Manusia dan Keindahan


Manusia dan Keindahan


Latar Belakang

Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki cita rasa yang tinggi di dalam menikmati alam keindahan alam yang ada disekitarnya. Keindahan juga dapat membuat ketenangan jiwa dan batin kita yang sedang buruk, apalagi jika keindahan tersebut dapat dinikmati dengan melihatnya langsung tanpa alat bantu.

Subhanallah… inilah kekuasaan Allah SWT yang begitu agung, keindahan alam yang tiada banding yang berbeda satu dengan yang lainnya, keindahan alam juga dapat membuat kita lebih beriman kepada Allah SWT.

Keindahan

Menurut Sulzer keindahan itu hanyalah yang baik. Jika belum baik, ciptaan itu belum indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan amoral adalah tidak indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral.

Jadi keindahan dapat dirasakan jika sesuatu yang kita lihat dengan mata kita itu begitu menarik dan membuat ketenangan di dalam jiwa kita. Keindahan juga dapat memberikan perasaan yang baik terhadap moral, karena sesuatu yang indah merupakan karunia Allah SWT yang sangat ampuh mengobati rasa sakit di hati.

Renungan

Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori.

Teori-teori itu ialah : teori pengungkapan. Teori metafisik dan teori psikologik. 
Renungan juga dapat terjadi ketika kita melihat suatu keindahan, sehingga kita dapat menikmati itu dengan renungan yang nantinya kita akan berpikir lebih jauh lagi tentang apa yang kita renungkan, dan juga renungan dapat menciptakan suatu keindahan di dalam karya seseorang.

Keserasian

Keserasian merupakan bagian atau yang dapat mewujudkan keindahan. Keserasian mengandung unsur pengertian perpaduan , pertentangan, ukuran dan seimbang.

Perpaduan misalnya : orang berpakaian antara kulit dan warna yang dipakai harus cocok.

Contoh yang menunjukkan unsur ukuran-ukuran yang seimbang atau tidak seimbang/serasi, misalnya dalam memadu rumah dari halaman akan kelihatan serasi dan indah apabila rumah yang bagus dengan halamannya yang luas dan ditata dengan bunga-bunga yang indah maka orang akan memuji keserasian itu.

Lagu atau nyanyian-nyanyian merupakan unsur pertentangan antara suara tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-halus yang terpadu begitu rupa sehingga telinga kita dibuat asyik mendengarkan dan hati kita pun merasa puas, tetapi apabila dalam keasyikan itu tiba-tiba terdengar suara yang sumbang kita pun tentunya akan merasa kecewa dalam hal lagu irama yang indah merupakan pertentangan yang serasi.

Keserasian juga merupakan keseimbangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lainnya, di dunia ini segala sesuatu harus seimbang, jika tidak seimbang maka akan tercipta banyak kerusakan. Sedangkan jika seimbang akan tercipta keselarasan, keindahan, dan juga kebaikan-kebaikan yang akan membuat kebaikan-kebaikan lain untuk orang lain.

Kesimpulan dan Saran

Jadi, keindahan merupakan sesuatu hal yang dapat direnungi untuk menjadi seseorang yang lebih baik dan berguna untuk kehidupan di sekitarnya, selain itu juga keindahan harus memiliki keseimbangan di dalamnya, agar memiliki daya tarik tersendiri bagi yang melihatnya.

Sumber-sumber terkait :

Senin, 29 Oktober 2012

MANUSIA dan CINTA KASIH


MANUSIA dan CINTA KASIH

Latar Belakang

Manusia adalah makhluk yang mempunyai jiwa dan perasaan, perasaan inilah yang kadang-kadang membuat manusia menjadi lemah ketika perasaan itu tersakiti dan bias juga menjadi kuat ketika perasaan itu mendapat motivasi dari seseorang.

Akhir-akhir ini manusia semakin banyak terserang penyakit hati yang biasanya disebut dengan “ galau “, nah… perasaan galau ini adalah perasaan yang timbul dari permasalahan yang menyangkut tentang cinta kasih atau percintaan, karena merasa tersakiti oleh orang yang dikasihinya.

Pengertian Cinta Kasih

Definisi Cinta menurut W. J. S. Poerwadarminta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan definisi kasih menurut beliau adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan.  Jadi kalau disimpulkan cinta kasih adalah perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

Cinta kasih sangat diperlukan dalam kehidupan manusia, karena cinta kasih adalah sesuatu hal yang dapat mewarnai hari-hari dan kehidupan seseorang agar menjadi lebih indah dan damai, tetapi terkadang cinta kasih juga dapat membawa kehidupan seseorang menjadi hancur dan dalam keadaan putus asa, sehingga banyak manusia yang mengakhiri hidupnya dengan sia-sia hanya gara-gara masalah cinta.

Cinta Menurut Ajaran Agama

Menurut hadist Nabi Muhammad SAW, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai'an katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai'an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga :

1. lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain,
2. lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan
3. lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri.

Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Allah SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Alloh Swt, dengan membaca firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain.

Dalam Qur'an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:

1. Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan "nggemesi". Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.

2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya disbanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur'an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.

3. Cinta mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur'an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.

4. Cinta syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur'an menggunakan term syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir kepada bujangnya, Yusuf.

5. Cinta ra'fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur'an menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus hukuman bagi pezina (Q/24:2).

6. Cinta shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur'an menyebut term ni ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja),sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin(Q/12:33)

7. Cinta syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur'an tetapi dari hadis yang menafsirkan al Qur'an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma'tsur dari hadis riwayat Ahmad; wa as'aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa'ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il tihab naruha fi qalb al muhibbi

8. Cinta kulfah. yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur'an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)
Inilah definisi cinta menurut pandangan agama Islam yang intinya adalah, cinta yang hakiki dan abadi adalah cinta kepada ALLAH SWT dan kepada Nabi MUHAMMAD SAW yang tidak akan pernah membawa penyesalan dan penderitaan bagi yang melaksanakannya.

Kasih Sayang

Kasih sayang merupakan suatu rasa yang murni ada dalam diri suatu makhluk yang diberikan oleh ALLAH SWT, agar saling saying menyayangi antara sesama. Tidak hanya manusia, binatang pun mempunyai rasa sayang terhadap pasangan hidup serta keluarganya, tetapi rasa sayang pun memiliki banyak tingkatan, namun kasih sayang ini dapat hilang jika terdapat pengkhianatan di dalam kasih sayang tersebut yang membuat tidak nyaman dan sudah hars diakhiri.

Menurut Erich Fromm (1983 : 54 ) dalam bukunya Seni Mencintai yang disebut cinta adalah sikap,suatu orientasi watak yang menentukan hubungan pribadi dengan dunia keseluruhan,bukan menuju suatu “objek” cinta.Selanjutnya,ia mengemukakan juga tentang adanya cinta persaudaraan,cinta keibuan,cinta erotis,cinta diri sendiri,dan cinta terhadap Allah SWT.

Kemesraan

Rasa kemesraan sering menghinggapi kita sebagai manusia yang mempunyai pasangan hidup, rasa ini begitu hebat sehingga banyak orang yang merasakan itu akan sedih jika tidak direalisasikan kepada sang kekasih.

            Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.

Pemujaan

Pemujaan berasal dari kata puja yang berarti penghormatan atau tempat memuja kepada dewa – dewa atau berhala. Dalam perkembangannya kemudian pujaan ditujukan kepada orang yang dicintai, pahlawan dan Allah SWT Yang Maha Esa. Pemujaan kepada Allah SWT adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan, karena merupakan inti , nilai dan makna dari kehidupan yang sebenarnya. Cara pemujaan dalam kehidupan manusia terdapat berbagai perbedaan sesuai dengan ajaran agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Tempat pemujaan merupakan tempat komunikasi manusia dengan Allah.

Terkadang kita sebagai makhluk yang mempunyai seorang yang istimewa dalam hidupnya, kita sering memuja-muja dia bukan untuk pemujaan sebagai Tuhan, tetapi pemujaan sebagai seorang yang dicintai. Pemujaan seperti ini banyak dilakukan ketika seseorang diantara dua orang kekasih ada yang merasa dikecewakan pasangannya, maka pasangannya pun melakukan hal tersebut untuk meyakinkan dan menghiburnya, agar kekasihnya tersebut kembali kepelukannya.

Itulah definisi pemujaan, pemujaan hanya dilakukan untuk Tuhan semesta alam Allah SWT, tidak boleh dilakukan untuk selain dari Allah, jika kita melakukan hal tersebut, maka kita akan digolongkan sebagai orang yang munafik dan telah kafir dari agamanya.

Belas Kasihan

Pada awalnya, belas kasihan adalah rasa iba yang timbul karena merasa bagian dari kesedihan yang dialami seseorang, sekarang belas kasihan timbul diantara cinta kasih. Jika di dalam cinta kasih timbul rasa belas kasihan diantara sesama, itu memungkinkan agar cinta mereka dapat abadi.

Belas kasih adalah kebajikan di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian .

Dalam surat Al –Qolam ayat 4,” maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah SWT.”

Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia mengggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.

Sumber – sumber terkait :










KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN


KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

Latar Belakang
Budaya dasar dengan kesustraan sangat berkaitan dan berhubungan satu sama lain, karena kesusastraan termasuik ke dalam seni, yang terdiri dari beberapa seni keindahan yang dituangkan ke atas sebuah tulisan, sastra juga dapat dinikmati dengan perasaan dan jiwa kita, sehingga jiwa kita seakan-akan merasakan keindahan yang terdapat di dalam sebuah sastra.

Pendekatan Kesusastraan
Istilah sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti " teks yang mengandung instruksi  " atau " pedoman ", dari kata dasar śās- yang berarti " instruksi " atau " ajaran ". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada " kesusastraan " atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
Kesusastraan juga termasuk ke dalam ilmu budaya dasar atau yang pada awalnya dinamakan Basic Humanities, karena Istilah Humanities sendiri berasal dari bahasa latin, humanus yang berari manusiawi, berbudaya, dan halus. Jadi, humantities berkaitan erat dengan nilai-nilai sebagai homo humanities.
Kesustraan mengenal beberapa istilah di bidangnya, seperti sastra dan sastrawi. Sastra merupakan kumpulan kata-kata yang terindah dalam bentuk teks sederhana, sedangkan sastrawi merupakan kumpulan kata-kata yang indah yang terdapat dalam nuansa berbentuk puitis dan abstraknya.
Selain itu, dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Ilmu Budaya Dasar sendiri adalah ilmu yang mencakup semua cabang humanities tersebut, sehingga diharapkan dengan memperlajari ilmu budaya dasar, seseorang dapat mengembangkan kepribadiaanya menjadi homo humanities.
Ini menunjukkan bahwa kesusastraan masih termasuk ke dalam ilmu budaya dasar yang masih berkaitan karena hubungan seni.

Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Puisi
Istilah puisi menurut Samuel Taylor Coleridge adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat berhubungannya, dan sebagainya.
Kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1. Figura bahasa
2. Kata – kata yang bermakna ganda.
3. Kata – kata berjiwa.
4. Kata – kata yang sudah diberi nilai-nilai,rasa,dan asosiasi-asosiasi tertentu.

Berikut adalah beberapa alasan – alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan IBD adalah :
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
     Pengalaman hidup seseorang dapat dijadikan sebuah lantunan lagu maupun puisi yang sangat indah, karena mengandung unsur-unsur kenyataan yang sudah dialami  dan tidak mengherankan puisi tersebut dapat menjadi panutan untuk orang lain yang mempunyai pengalaman yang sama dengan makna puisi tersebut.
2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
     Puisi dapat membuat kita atau seseorang merenungi makna yang terkandung dalam pusisi tersebut, hingga ia merasakan ketenangan di dalam dirinya dan akan melakukan hal-hal yang baik setelah meresapi makna puisi yang telah dibaca.
3. Puisi dan keinsyafan social
     Puisi juga dapat menjadi media kesadaran sosial yang apabila dibacakan dapat membuat seseorang sadar akan perilaku mereka yang kadang-kadang tidak sesuai dengan norma

Nilai-nilai dalam Prosa Fiksi
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau lcarya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Dengan pezicataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :

1. Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dan membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu peristiwa atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing, yang belum dikunjunginya atau yang tak mungkin dikunjungi selama hidupnya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau asing tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses.

2. Prosa fiksi memberikan infonnasi
Fiksi memberikan sejenis infonnasi yang tidak terdapat di dalam ensildopedi. Dalam novel sexing kita dapat belajan sesuatu yang lebih datipada sejarah atau laporan jumalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.

3. Prosa fiksi memberikan warisan cultural
Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.

4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman¬pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan labih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.

Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan yang dapat diambil dari semua uraian di atas tentang kesusastraan adalah kita dapat mengetahui bahwa kesusastraan itu masih termasuk ke dalam ilmu budaya dasar yang mempunyai sebuah penilaian tersendiri bagi yang mendengar maupun yang membacanya.
Seharusnya ilmu-ilmu budaya dasar dapat dikembangkan lagi menjadi lebih baik, karena ilmu-ilmu seperti itu dapat menjadi alat bantu keinsyafan seseorang yang telah melakukan banyak kesalahn dalam hidupnya.


Sumber-sumber terkait :
http://pheythieq.blogspot.com/2009/05/pengertian-puisi-menurut-para-ahli.html

Minggu, 28 Oktober 2012

Manusia dan Kehidupan



Manusia dan Kehidupan


A.    Latar Belakang

Manusia dan kehidupan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena kedua hal tersebut saling berkaitan satu sama lain. Manusia tidak akan disebut manusia jika tidak memiliki kehidupan, sedangkan kehidupan dapat dikatakan kehidupan jika kahidupan itu memberi manfaat untuk yang lainnya.

B.     Pengertian Manusia dan Kehidupan

Manusia menurut NICOLAUS D. & A. SUDIARJA adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang. Itu berarti bahwa di dalam manusia terdiri dari unsur jasmani serta rohani yang membuktikan bahwa manusia tersebut memiliki kehidupan.
Sedangkan Kehidupan menurut CAMPBELL, REECE,MITCHELL merupakan suatu hirarki, dimana setiap tingkat sruktur biologis merupakan pengembangan dari tingkatan di bawahnya, yang berarti bahwa kehidupan itu dimulai dari sebuah benih yang dikandung oleh seorang ibu yang kemudian ia akan menjadi sebuah kehidupan yang berbentuk manusia.

C.  Hakekat Manusia

Manusia diciptakan Allah Swt. Berasal dari saripati tanah, lalu menjadi nutfah, alaqah, dan mudgah sehingga akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Oleh karena itu, manusia wajib bersyukur atas karunia yang telah diberikan Allah Swt. 

Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah. Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsure kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya, al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Manusia yang sekarang ini, prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara permatozoa dengan ovum.

Manusia dicitakan oleh ALLAH SWT adalah sebagai khalifah atau pemimpin yang adil di dalam urusan menjaga kehidupan di dunia ini, tetapi di antara banyak manusia hanya sedikit yang memenuhi hakikat tersebut, karena pada zaman sekarang ini sudah banyak manusia yang tidak amanah dan adil dalam mengurus dan menjaga kehidupan di dunia ini.

D.    Kepribadian Bangsa Timur

Kepribadian bangsa Timur sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada, salah satu yang termasuk ke dalam bangsa timur adalah negara Indonesia. Negara Indonesia atau negara kita ini sangat terbuka dalam bersosialisasi dengan bangsa lain, termasuk juga dalam menerima kebudayaan asing yang berasal dari luar, khususnya dalam kebudayaan perbendaharaan, seperti : Handphone, komputer dan lain sebagainya.
Bangsa Timur juga dikenal sebagai bangsa yang ramah tamah dalam menerima pertemanan, juga dikenal sebagai bangsa yang memiliki banyak kebudayaan yang sangat eksotik dan menarik banyak perhatian wisatawan yang melihatnya.

E.  Pengertian Kebudayaan

           Kebudayaan menurut Edward B. Taylor merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
Kebudayaan juga dapat disebut sebagai hatinya masyarakat, karena jika di dalam masyarakat tidak ada kebudayaan, maka kehidupan di dalam masyarakat itu akan kurang tersosialisasi dengan baik dan akan menjadi kehidupan yang tidak menarik.

F.  Unsur-unsur Kebudayaan

Menurut para ahli yang bisa ditemukan yaitu C. Kluckhon mengartikan Unsur – Unsur Budaya yaitu memiliki 7  macam yang memiliki arti tersendiri yaitu seperti:

1. Bahasa yaitu terdiri atas bahasa lisan, bahasa tertulis, dan juga Naskah Kuno.

2. Sistem Pengetahuan yaitu sistem pengetahuan yang dimiliki oleh manusia untuk merancang sesuatu untuk berguna bagi seluruh masyarakat Indonesia. Seperti halnya: teknologi, Handphone, dan Internet menjadi suatu teknologi yang terjamin Kualitasnya.
3. Organisasi Sosial yaitu Organisasi yang terdiri atas sistem kekerabatan, sistem komunitas, dan juga sistem politik lainnya.

4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi yaitu alat – alat produks, senjata, wadah, alat untuk membuat api, dan perhiasan.

5. Sistem Mata Pencaharian Hidup yaitu dalam sistem ini dibutuhkan suatu kreatifitas yang unik dan juga membangun diri untuk bisa menciptakan lapangan kerja yang hebat. Seperti Halnya: seorang nelayan yang mencari pekerjaan untuk keluarganya.

6. Sistem Realigi yaitu suatu sistem dimana kita harus mewujudkan rasa bersyukur terhadap Allah yang memberikan suatu pemikiran dan akal hidup dalam keyakinan dan gagasan – gagasan yang bisa di petik dalam benda – benda yang suci.

7. Kesenian yaitu terwujudnya suatu pikiran rasa, karsa dan ciptaan untuk mewujudkan suatu tindakan interaksi berpola antara sesama seniman yang hebat dan berkreasi.

G.  Wujud Kebudayaan

Wujud kebudayaan itu dapat adalah gagasan, atau ide-ide yang dituangkan seseorang atau masyarakat untuk memenuhi kebutuhan terhadap kebudayaan tersebut, Wujud kebudayaan itu menurut J.J. HOENIGMAN terbagi menjadi 3, yaitu :

o Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

o Aktivitas (tindakan)

Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
o Artefak (karya)

Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.

Ketiga wujud kebudayaan ini tidak dapat terpisahkan, karena jika terpisah akan menyebabkan hal-hal yang dan dapat mengakibatkan kebudayaan tersebut menjadi rusak.

H.  Orientasi Nilai Budaya

Kluckhohn   dalam   Pelly   (1994)   mengemukakan   bahwa   nilai   budaya merupakan  sebuah  konsep  beruang lingkup  luas  yang  hidup  dalam  alam  fikiran sebahagian besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai – nilai budaya.

            Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan oleh setiap budaya yang ada di dunia. Nilai kebudayaan pasti berbeda-beda pada dasarnya tetapi kesekian banyak kebudayaan di dunia ini memiliki orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya. Jika dilihat dari lima masalah dasar dalam hidup manusia, orientasi-orientasi nilai budaya hampir serupa.

Lima Masalah Dasar Dalam Hidup yang Menentukan Orientasi Nilai Budaya Manusia ( kerangka Kluckhohn ) :

1.      Hakekat Hidup
2.      Hidup itu buruk
3.      Hidup itu baik
4.      Hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa berikthtiar agar hidup bisa menjadi baik.
5.      Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan.
6.      Hakekat Karya
7.      Karya itu untuk menafkahi hidup
8.      Karya itu untuk kehormatan.
Persepsi Manusia Tentang Waktu

Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukannya hanya untuk hari ini dan esok. Tetapi orientasi ini bagus karena seseorang yang berorientasi kepada masa kini pasti akan bekerja semaksimal mungkin untuk hari-harinya.

Orientasi masa lalu. Masa lalu memang bagus untuk diorientasikan untuk menjadi sebuah evolusi diri mengenai apa yang sepatutnya dilakukan dan yang tidak dilakukan.

Orientasi masa depan. Manusia yang futuristik pasti lebih maju dibandingkan dengan lainnya, pikirannya terbentang jauh kedepan dan mempunyai pemikiran nyang lebih matang mengenai langkah-langkah yang harus di lakukann nya.

·         Pandangan Terhadap Alam
·         Manusia tunduk kepada  alam yang dashyat.
·         Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam.
·         Manusia berusaha menguasai alam.
·         Hubungan Manusia Dengan Manusia
·         Orientasi kolateral (horizontal), rasa ketergantungan kepada sesamanya, barjiwa gotong royong.
·         Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan memimpin.
·         Individualisme, menilai tinggi uaha atas kekuatan sendiri.

H.     Pendidikan Kebudayaan

Pendidikan kebudayaan sangat penting untuk dipelajari, malah sebaiknya ditingkatkan menjadi lebih baik lagi, karena pendidikan kebudayaan akan dapat menarik perhatian dari anak-anak kecil yang ingin ikut mengetahui hal-hal tentang kebudayaan, dana tidak mengherankan anak-anak tersebut nantinya akan menjadi penerus budaya bangsa yang terkenal.

I.       Kaitan Manusia Dengan Kebudayaan

Manusia itu sangat erat kaitannya dengan kebudayaan, karena kebudayaan diibaratkan oleh mereka adalah sebagai hati atau bagian terpenting yang harus ada di dalam suatu masyarakat, dan apabila masyarakat tersebut tidak memiliki kebudayaan, akan diragukan kehidupan mereka yang tenang dan tentran, karena kebudayaan juga bagian penting dari damainya kehidupan masyarakat.

Hakikat manusia harusnya adalah melestarikan kebudayaan yang telah ada dan jangan ditinggalkan apalagi dilupakan karena itu termasuk warisan nenek moyang kita yang telah tiada, dan juga sumber keanekaragaman kita sebagai bangsa timur bisa menjadi hancur. Di indonesia masyarakatnya kini telah jauh dari kebudayaan bangsa, mereka lebih memilih untuk mengikuti kebudayaan barat yang jelas-jelas sudah sangat hancur moralnya. Tapi ini sudah terlambat untuk diatasi. Mengapa? Ibaratnya itu kita seperti berjalan melawan arus yang sangat kencang, seperti itulah yang masyarakat kita sedang alami. Mereka tidak mempersiapkan pertahanan untuk melawan arus kencang tersebut. Bahkan mereka mulai mengikuti arah arus tersebut. Hal ini sangat berbahaya karena jika ini dibiarkan terus maka kebudayaan asli kita akan perlahan-lahan hilang. Tidakkah kita berpikir, bagaimana dengan anak cucu kita kelak yang akan mewariskan kebudayaan kita, sedangkan kebudayaannya itu sudah ‘tercemar’ oleh kebudayaan asing atau luar? Apakah mereka akan bangga dengan kebudayaannya itu? Sungguh ironis memang.

J.       Kesimpulan dan Saran

Hubungan manusia dan kebudayaan itu sangat erat, karena kebudayaan itu merupakan ide-ide atau sebuah gagasan yang diciptakan oleh masyaraka. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang berada di dalam sebuah masyarakat seharusnya mulai sadar dan mulai untuk melakukan sosialisasi kebudayaan, agar kebudayaan kita tidak hilang dan tidak terganti dengan kebudayaan bangsa barat yang tidak mempunyai moral dan akan merusak aqidah kita sebagai bangsa indonesia.

Sumber-sumber terkait artikel :